Demikian ditekankan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Vietnam, Nguyen Manh Cuong ketika menjawab interviu kalangan pers menjelang kunjungan Kenegaraan ke Singapura oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam yang juga dijadwalkan menyampaikan pidato pembukaan pada Dialog Shangrila dari 29 hingga 31 Mei.

Menurut Wamenlu Nguyen Manh Cuong, kunjungan Kenegaraan Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Singapura mempunyai makna istimewa dalam terus melaksanakan dan mengkonkretkan kerangka Kemitraan Strategis komprehensif antara kedua negara.

Wamenlu Nguyen Manh Cuong memberitahukan bahwa dalam kerangka kunjungan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam akan menyampaikan pidato pembukaan di Dialog Shangrila. Pidato Sekjen sekaligus Presiden To Lam diharapkan akan menyebarluaskan pandangan dan pesan Vietnam kepada negara-negara sahabat mengenai arah penanganan semua tantangan strategis demi perdamaian, stabilitas dan pembangunan yang berkesinambungan dalam struktur regional yang sedang terbentuk.

Pada hari yang sama, Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Vietnam, Rajpal Singh menyatakan harapannya agar kunjungan Sekjen sekaligus Presiden To Lam kali ini akan membawa hubungan antara kedua negara memasuki tahap kerja sama yang baru. Ketika menilai makna kehadiran dan pidato Sekjen sekaligus Presiden To Lam di Dialog Shangrila yang ke-23, Dubes Rajpal menegaskan kawasan dan dunia sangat ingin mendengarkan pandangan-pandangan Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan Vietnam tentang situasi geo-politik dan geo-ekonomi sekarang. Ini akan menjadi catatan penting terhadap prestasi yang dicapai Vietnam dan menunjukan bahwa Vietnam siap memainkan peranan yang lebih proaktif dalam menangani berbagai destabilitas geo-politik dan geo-ekonomi.