Langkah ini tidak hanya menciptakan mata pencahariaan yang berkelanjutan di kampung halaman mereka, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan identitas etnis serta mendekatkan citra daerah pegunungan kepada wisatawan.
Berlokasi di tengah pegunungan batu dan hutan hijau, Kecamatan Lam Thuong memiliki keindahan yang asri dan damai. Kehidupan yang tenang berpadu dengan kegiatan produksi dan budaya lokal telah menjadi daya tarik yang unik bagi para wisatawan yang berkunjung ke sana.
Menyadari keunggulan tersebut, Hoang Van Trang, pemuda kelahiran 1992, warga etnis minoritas Tay di dusun Kheo Leng, Kecamatan Lam Thuong (Provinsi Lao Cai), memutuskan untuk meminjam modal untuk merenovasi rumah panggung dan area taman di sekitarnya demi mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Pada 2023, setelah mengatasi berbagai kesulitan, model homestay “Tay Homes” di rumah panggung tradisional milik keluarganya resmi didirikan. Dengan area seluas sekitar 1.000 meter persegi, Tay Homes mulai memikat wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman). Seiring dengan itu, Hoang Van Trang juga bergabung dalam Badan Pengelolaan Pariwisata Komunitas Kecamatan, demi mewujudkan desa wisata yang memenuhi standar ASEAN sekaligus membentuk tim kesenian pemuda. Berbagai acara nyanyian lagu rakyat Then dan pertunjukan instrumen musik kini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan. Hoang Van Trang menuturkan:
“Kegembiraan besar yang saya rasakan saat menjalankan usaha pariwisata ini adalah bisa mempromosikan memperkenalkan kampung halaman Lam Thuong kepada wisatawan, sebuah daerah yang namanya baru saja muncul di peta pariwisata Vietnam. Saya juga berharap ke depannya akan ada beberapa kebijakan yang mendukung para pelaku pariwisata berbasis masyarakat seperti memberikan kesemoatan bagi mereka untuk mengikuti kursus-kursus pelatihan di sektor pariwisata berbasis masyarakat”.
Bersama Trang, beberapa pemuda di dusun Kheo Leng dengan berani mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Di antaranya, Hoang Thi Ngot, pemuda kelahiran 1994. Pada tahun 2024, keluarganya mulai membuka usaha homestay di rumah panggungnya. Pada tahun 2025, homestay ini mulai menerima wisatawan pertama. Saat ini, setiap bulannya, keluarga Ngot menerima puluhan wisatawan yang menginap dan menikmati berbagai paket wisata pengalaman seperti: mendaki untuk menjelajahi desa, memanen serta menanam padi, membuat caping, mewarnai kain indigo, memasak, dan mengikuti acara pertukaran kesenian. Guna mengingkatkan pelayanan, Hoang Thi Ngot juga meluangkan waktu untuk belajar bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi lebih baik dengan wisatawan mancanegara.
“Bagi saya, dengan mengelola pariwisata, saya tidak hanya memperoleh pendapatan, tetapi juga dapat berkomunikasi dan dengan banyak orang. Selain itu, berinteraksi dengan banyak orang membuat pandangan hidup saya berubah menjadi lebih positif. Oleh karena itu, saya bertekad untuk terus menekuni bidang pariwisata ini”.
Di seluruh Kecamatan Lam Thuong saat ini terdapat enam model pariwisata berbasis masyarakat, di antaranya lima model dikelola oleh para pemuda, dengan fokus pada layanan penginapan serta pengalaman budaya dan alam. Secara rata-rata, berbagai homestay ini menerima sekitar lima puluh rombongan wisatawan per bulan, dengan omzet mencapai sekitar 200 juta VND atau (setara dengan 4.000 dolar Amerika Serikat).
Pariwisata berbasis masyarakat tidak hanya memberikan pendapatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru melalui berbagai aktivitas seperti pertunjukan seni, pemandu wisata pengalaman, hingga penyediaan produk khas seperti rebung, bebek, ikan lele dll. Hal ini turut berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Demi mendampingi para pemuda, pengurus Liga Pemuda Kecamatan Lam Thuong telah melaksanakan berbagai kegiatan dukungan. Di antaranya mengadakan kursus pelatihan usaha rintisan (startup), dan keterampilan wisata, memfasilitasi akses permodalan prioritas, serta menggerakkan anggota Liga Pemuda untuk menata kembali lanskap desa dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, mereka juga membentuk tim kesenian untuk melayani wisatawan serta mempromosikan citra daerah melalui berbagai platform digital seperti Fanpage Facebook dan kanal Youtube “Pemuda Lam Thuong” dan sebagainya. Hoang Thi Det, Sekretaris Liga Pemuda Kecamatan Lam Thuong mengatakan:
“Ke depannya, Liga Pemuda Kecamatan akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia muda di sektor pariwisata, serta memperkuat transformasi digital dalam mempromosikan, menghubungkan dan mereplikasi berbagai model yang efektif, khususnya model-model terkemuka di dusun Kheo Leng. Di samping itu, kami akan terus mengoptimalkan perannya sebagai “jembatan penghubung” dalam penyediaan sumber daya manusia, guna memfasilitasi para pemuda agar berani merintis usaha (startup), dan mengembangkan perekonomian langsung di kampung halamann mereka”.
Dari rumah-rumah panggung tradisional dan rumah tanah liat, kaum muda etnis minoritas di Kecamatan Lam Thuong, Provinsi Lao Cai, secara bertahap berhasil mengubah potensi daerah menjadi peluang pembangunan ekonomi. Meski tergolong baru, model-model pariwisata berbasis masyarakat di sini telah berkontribusi nyata dalam melestarikan identitas budaya, membuka jalan yang berkelanjutan bagi kaum muda di daerah pegunungan, dan membangun Kecamatan Lam Thuong ke arah yang lebih maju.






