Peristiwa ini membuka peluang besar untuk meningkatkan nilai dan merek produk, serta mendorong ekspor berbagai produk agar desa kerajinan ini dapat berintegrasi secara mantap di kancah internasional.
Desa kerajinan Son Dong terkenal dengan kerajinan ukir patung Buddha, artefak keagamaan atau ukiran tangan artistik dengan detail yang sangat halus dan rumit. Produk yang dihasilkan desa ini sangat beragam, mulai dari patung Buddha, patung Dewa, papan kalimat pasangan hingga berbagai jenis altar, singgasana, dan lain-lain. Produk kerajinan tangan artistik buatan desa ini telah menghiasi ribuan pagoda, kuil, dan balai desa di seluruh Vietnam. Seniman Unggul Nguyen Danh Son, dari desa kerajinan Son Dong menuturkan:
“Saat bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif Global, kami mendapat peluang untuk memperkenalkan keunikan budaya kami kepada dunia internasional, terutama kehalusan seni dan rekam jejak khas Vietnam. Saya yakin kita pasti akan mencapai kesuksesan di tahun-tahun mendatang”.
Dari kayu nangka yang sederhana, dengan di tangan seniman yang terampil dan berbakat, patung-patung seolah dihidupkan kembali hingga memiliki jiwa dan kedalaman spiritual. Untuk menciptakan produk tersebut, para pengrajin harus memiliki teknik yang mahir, pengalaman bertahun-tahun, dan pemahaman mendalam tentang budaya Buddha, kepercayaan, dan cerita rakyat. Di tengah proses integrasi ini, para pengrajin desa juga terus memperbarui desain, dan mencari tahu tentang pasar untuk membuka peluang ekspor, sekaligus membawa intisari desa kerajinan ke kancah dunia.
Nguyen Viet Huan, Ketua Asosiasi Seniman dan Pengrajin Terampil Kecamatan Son Dong menuturkan:
“Kerajinan seni patung dan ukir patung Son Dong sudah ada sejak lama, sekitar ribuan tahun yang lalu. Kami tetap melestarikan ciri tradisional, tetapi terus menerapkan teknologi mutakhir untuk menciptakan produk yang sesuai dengan pasar sekaligus memenuhi tingginya permintaan akan produk kerajinan tangan artistik di dunia”.
Kecamatan Son Dong kini memiliki sekitar 1.700 rumah tangga pengrajin, yang mencakup 70 persen dari total rumah tangga di kecamatan tersebut. Tidak sekadar menjadi ruang pelestarian kerajinan kuno, desa Son Dong juga telah menjadi pusat produksi berskala besar di Ibu Kota Hanoi dengan omzet yang diperkirakan mencapai sekitar 0,7 triliun VND (setara dengan lebih dari 26 juta dolar Amerika Serikat) setiap tahunnya. Bagi para pengrajin di sana, melestarikan kerajinan ini bukan sekadar menjaga mata pencahariaan melainkan juga menjaga identitas budaya bangsa.
Cao Van Tam, Wakil Ketua Komite Rakyat Kecamatan Son Dong menuturkan:
“Komite Partai dan pemerintah daerah fokus menyusun rencana dan program untuk mengembangkan dan memperluas desa kerajinan demi mengonservasikan dan mengembangkan nilai-nilai tradisi daerah, tkhususnya kerajinan ukir patung Buddha. Bergabung dengan Jaringan Kota- Kreatif Global menjadi langkah penting dalam mempromosikan serta mengembangkan desa kerajinan di era baru. Di samping itu, langkah ini juga bertujuan menyosialisasikan citra daerah serta produk-produk buatan desa ini, baik di dalam maupun di luar negeri”.
Melalui keahlian tangan yang teliti, produk-produk buatan Son Dong tidak hanya melayani kebutuhan budaya religi dan keagamaan masyarakat Vietnam, tetapi juga telah diekspor ke berbagai negara asing seperti Jepang dan Republik Korea. Keberhasilan menjadi anggota Jaringan Kota Kreatif Global pada 8 Mei 2026 ini, membuka peluang besar bagi promosi perdagangan, pengembangan merek, serta peningkatan nilai kerajinan tangan artistik Vietnam di pasar global.
Nguyen Dinh Hoa, Wakil Direktur Dinas Pertanian dan Lingkungan Hanoi mengatakan:
“Dewan Kerajinan Dunia telah mengakui desa kerajian mosaik Chuyen My, dan desa ukir patung artistik Son Dong sebagai anggota resmi dari Jaringan Kota Kreatif Global. Ini menjadi kehormatan, baik bagi Kota Hanoi maupun seluruh Vietnam. Kami ditugasi Komite Rakyat Kota untuk melaksanakan proyek pengembangan dan pelestarian desa kerajinan yang diarahkan untuk periode 2026-2030, di antaranya dengan mengintegrasikan kegiatan bisnis dan produksi dari berbagai desa kerajinan dengan sektor wisata pedesaan dan wisata edukasi desa kerajinan”.
Berawal dari sebuah desa kerajinan kuno, Son Dong kini dengan mantap melangkah untuk menduniakan intisari desa kerajinan Vietnam. Sambil terus melestarikan budaya tradisional dan menerapkan teknologi kreatif, desa Son Dong kini bukan sekadar tempat yang menyimpan intisari kerajinan ukir patung Vietnam, melainkan telah menjadi destinasi budaya dan pariwisata yang unik.







